Kamu ya…
Satu dari jenis berbeda
Mencoba merayu sukma
Dengan kedipan mendamba cinta
Satu-satu
Kau lucuti pakaian kesombonganku
Kau pandangi aurat kesetiaanku
Berharap segalanya dari kenaifanku
Kamu ya…
Satu dari yang tak pernah kujumpa
Mencoba menggoda jiwa
Dengan sentuhan menggila gita
Satu-satu
Kau lepaskan gaun ketegaranku
Kau baui aroma malu-maluku
Meminta segalanya dari kekeliruanku
Sungguh kamu
Satu dari yang sekarang kutahu
Menghimpitku, menusukku, membunuhku…
Menunggu naifku, gilaku dan khilafku…
Sungguh kamu
Satu dari jenismu yang mungkin kutahu…
Keliru jika kau tahu, bahwa aku menunggu mu..
Sayang jika kau rasa, bahwa aku memuja mu…
“Medio Banjarbaru Tanah Banyuku”
04 Oktober 2009