Baru-baru ini, keresahan melanda saya mengingat si Sulung yang juga ABK sudah berusia hampir 7 tahun dan belum dikhitan. Sementara banyak sekali cerita-cerita di blog ibu-ibu ABK yang lain yang sudah mengkhitan puteranya mendorong saya untuk melakukan khitan sebelum si Abang semakin besar.
Walhasil dengan konsultasi ke dokter anak langganan saya mendapatkan saran agar anak saya dibius umum (total) sementara si Abang memiliki riwayat kelainan jantung bawaan VSD yang walaupun kata dokter sudah tidak masalah lagi tetapi bagi saya cukup mengganggu keputusan saya untuk melakukan bius umum. Kebiasaan saya yang over khawatir alias lebay >> maklum ibu ABK bawaannya memang begitu, hehe
Pikiran saya bahwa bius umum adalah hal yang tak perlu, adalah karena harus di rumah sakit plus pulih sadar yang alot (mengingat saya sdh 2x caesar..phiiiuuh) plus biaya dan keribetan lainnya kali ya. Tetapi juga bius lokal seperti biasanya orang khitan membuat saya merinding membayangkan gimana nanti kalo si Abang “ngamuk” (dulu waktu si Abang dijahit di pelipis karena jatuh harus dipegangi 6 orang).
Selidik2 dan sedikit menyimak twit seorang ibu anak downsyndrome di twitter tentang proses khitan anaknya membuat saya semakin yakin untuk mengkhitan si Abang dengan metode yang sama seperti yang diceritakan tersebut yaitu “SMART CLAMP” dan hasil BBM saya dengan dokter Tri Gunadi yang juga memberikan saran metode2 yang bagus, termasuk di dalamnya adalah smart clamp.
Dengan ketetapan hati akhirnya kita memantapkan pergi ke Jakarta…… (plus liburan juga, heeee)
Setelah beberapa hari sebelumnya si Abang saya bawa konsul ke “Klinik Alergi” di Benhil Jakarta, barulah dimulai perjalanan kami untuk khitan. Dengan tujuan hanya konsultasi pada hari Sabtu, tanggal 17 Nopember 2012, eh ternyata walaupun saya sudah cerita panjang lebar tentang anak saya yang ABK dan VSDnya dan pengalaman trauma menjahit keningnya di UGD, si Abang langsung disarankan sunat pada hari itu juga. Bukannya si Abang yang mau dikhitan yang gelisah eh malah saya yang kaget dan jadi deg-degan, saya malah nanya “bener nih harus sekarang….?” cieeee…. dengan sedikit gugup saya minta agar suami saya menjemput si Abang di mobil untuk masuk ruang tindakan.
Ternyata pelayanan di sana sangat nyaman dan ramah, penuh senyum dan bersahabat, malah mereka menawarkan untuk siapa lagi yang mau masuk ruang tindakan…. (kumplit yang masuk : Acill/Bibinya, Bapaknya, Saya dan Mitha 1,6th ) dan memang asyik ternyata acara khitannya bisa sambil nonton video dan divideokan pula hahaha…
Mantri sunatnya sangat informatif (menjelaskan panjang lebar gimana proses khitan itu dan apa saja yang harus saya lakukan selama proses khitan dan paska khitan) mengurangi rasa degdegan saya yang membuncah dan dengan saya mengajak Muhammad anak saya mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim maka dimulailah proses khitan itu yaitu “bius lokal-disuntik pada kemaluan” wow konon katanya proses itulah yang menyebabkan anak2 pada keddeer alias ketakutan karena rasa sakit dan ngilu yang mendera dan harus disuntik 2x pula….. Namun berbeda dengan anak saya, dia sedikit berteriak dengan tercekat ” aaaggghh…..” tanpa berontak dan tanpa minta turun dari ranjang…. saya menarik nafas panjang karena harus memegangi tangan anak saya yang saat itu juga tengah menonton video ipin dan upin selagi sunat…..hehehe dan menyiapkan diri kembali untuk suntikan yang ke dua, kembali teriakan ke dua terdengar “aaaggghhhh…….” saya tanya “gimana Bang, sakit ?” dia bilang “gak sakit…. setumat aja lagi (bhs. banjar) artinya sebentar aja lagi”….. seketika itu pula air mata saya mengalir mengiringi ucapan syukur tak terperi atas segala kemudahan yang Allah SWT berikan…. Alhamdulillah ya Rabb sungguh apapun dapat terjadi atas kuasa-Mu, Barakallahu ya Anandaku Muhammad ucapku lirih sambil tersenyum melanjutkan mendampingi si Abang sampai selesai proses khitan yang berakhir tepat setelah alarm berbunyi yaitu 7 menit proses. Wah ternyata singkat ya prosesnya (walaupun terasa lama dan indah pada akhirnya… :)) selesai khitan sudah bisa pake celana dan jalan sendiri menuju mobil, asseeeekkkk.
Alhamdulillah satu Fase Wajib sudah terlewati, semoga mengantarmu kepada kemudahan beribadah dan taat kepada Allah SWT ya Abang….
Selamat sudah dikhitan ya sayang….