Aku merasa tidak aneh jika kadang dalam kesibukan
Aku duduk terdiam dan terlintas perasaan syahdu yang membuncah
diiringi derai air mata dan bayangan rumah Tuhan yang semakin jelas dimataku,
Ya Rabb aku merindukan-Mu, dan rumah-Mu dan kekasih-Mu
Dan ketika itu pula rasanya segala pencapaian di dunia ini terasa biasa saja, tak ada nilai lebih…
Begitu pula dengan rasa sakit dan kegagalan yg pernah kulalui terasa biasa saja, tak lebih perih…
Bagiku tiada yang lebih syahdu selain menapaki kembali diri yang kecil ini dalam perjalanan penghambaan menuju bait-Nya…
Teringatku ketika aku pun membagikan kenikmatan ini dengan putera sulungku yang berkebutuhan khusus
untuk mengunjungi kota perjuangan kekasih-Nya ini dengan segenap keterbatasannya…. dan tak ada kebahagiaan yang sehebat ini tatkala ihram melilit tubuh kecilnya, dan lambaian jemarinya pun lembut mengucapkan salam dalam barisan memulai langkah kakinya dalam tawaf…
Saat inipun sembab mataku terasa berat… karena aku merindukan-Mu bersangatan ya Rabb
Bimbinglah kami membuang segala kesombongan diri ini…
Menuju tafakur di bumi-Mu yang akan menjadi pembaringan terakhir hidup ini Ya Rabb…
Dalam segenap penghambaanku dan pemujaanku terhadap kuasa-Mu ya Tuhanku