Ketika Iqbal Pergi

Kami tak pernah menyangka seorang Iqbal yang tuna daksa itu akhirnya harus meninggalkan sekolah, bukan karena bosan tapi ya memang harus melanjutkan ke jenjang sekolah dasar. Kami bersamanya sudah cukup lama, menjalani setiap hari ceria bersama Iqbal.

dsc_1322e

Mengenal Iqbal seringkali dibuat terkejut dan terkesima berkali-kali. Dia adalah nominator penerima program terapi tak berbayar atas kondisinya yang mengalami Cerebral Palsy di Bina Autis Indonesia yang merupakan Center pertama yang kami dirikan sebagai sebuah misi kemanusiaan. Tadinya dia sudah tak memiliki ibu, karena harus pergi selamanya sesaat setelah melahirkan Iqbal,sehingga kemanapun  dia pergi selalu ditemani seorang nenek bernama nenek sabri. Nenek Iqbal adalah seorang yang sabar, terlihat dari sikapnya yang cekatan menghadapi Iqbal, dia juga seorang tegas sehingga dia lebih mirip seperti seorang terapis pribadi Iqbal.

Kami semua menaruh hormat kepada beliau, terlebih setelah tahu kalau beliau bukan nenek biologis Iqbal. Beliau adalah nenek yang membesarkan Iqbal yang ditinggal ibunya karena meninggal saat melahirkannya. Pantas saja Iqbal begitu lengket, manja dan patuh kepada beliau. Mungkin ada sekitar dua tahun yang lalu ayah Iqbal pun harus pergi karena sakit, jadilah Iqbal seorang yatim piatu dengan kondisi cerebral palsy, namun Iqbal telah mengubah cara pandang kami tentang sebuah keyakinan menghadapi kehidupan.

Banyak kemajuan yang Iqbal peroleh selama bergabung di Raudhatul Athfal Inklusi Ulumul Qur’an Al Madani, secara kognitif, kemampuan berkomunikasi dan yang lebih penting adalah kepercayaan diri Iqbal jauh lebih baik.

Video kemajuan pencapaian Iqbal bisa di lihat di sini

Buat teman-teman yang ingin tahu perkembangan Iqbal di sekolah dasar luar biasa, nanti kita kunjungi dia di sekolahnya yaaa.

Tinggalkan komentar