ABK Dhuafa

Sudahlah menjadi ABK (anak berkebutuhan khusus) dhuafa pula. Coba saja menjadi mereka atau keluarga mereka barang sebentar, tentu saja menjadi tidak menyenangkan, takut dan cemas. Bayangkan bagaimana mereka harus tegar menghadapi hidup yang tidak terasa adil ini.

Alih-alih menerima gaji ke- 13, 14 seperti layaknya sebuah hadiah, mereka bahkan terusir dari kesempatan kerja karena tidak bisa membawa ABK mereka ketempat kerja, sementara tak satupun orang ada di rumah karena harus mencari nafkah yang belum tentu jua hasilnya.

Kondisi seperti ini bagaikan amplop dan perangko, kenapa demikian karena saya seringkali menemukan kondisi yang saling berhubungan antara kemiskinan dan terlahirnya anak berkebutuhan khusus, walaupun tentu saja tidak sedikit pula yang terlahir dari keluarga berada.

Tidak sedikit rasa malu, campur kecewa dengan keadaan menjadi tumpukan kemarahan yang secara pasti menggerogoti kesehatan mereka dan akhirnya orang tua merekapun tak berdaya secara fisik, bahkan merekapun lantas terlihat kejam, seperti tak perhatian pada ABK mereka, namun kenyataannya mereka itupun sudah tak peduli dengan hidup mereka sendiri.

uncir

Sering-seringlah melihat kondisi seperti ini, keluarlah dari zona nyaman kita semua agar kita bisa menampar wajah sendiri dan mulai banyak bersyukur atas nikmat yang kita terima, terasa mudah namun tidak untuk mereka.

Kapan kita mulai bertindak, berfikir saja kadang harus dipaksa. Bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain, sudah dipastikan akan memberikan kebaikan pula bagi kita. Semesta tidak tidur, mereka menyaksikan kebaikan kita, tentu saja dengan segala keikhlasannya yang punya ukuran bermacam-macam.

Bantu mereka, perhatianlah pada mereka, berikan yang terbaik dari kita, walau dimulai dengan sedikit dan belum terbiasa, Dengan apa ? dengan apa yang kita punya, bagaimana ? dengan apa yang kita bisa.

Tulisan ini tidak sering terlihat, karena mungkin saja dianggap receh. Tapi menjadi berarti jika saja kita mau menjadi manusia berguna di waktu hidup yang sebentar ini. Karena semuanya akan dimulai setelah kematian.

Anak spesial itu akan bersayap di Surga-Nya dan tentu saja akan bersaksi dan memberatkan timbangan amal kita.

Semoga Allah SWT memudahkan setiap niat baik kita semua.

Tinggalkan komentar