Pola asuh yang dikenal dengan istilah “helicopter parenting” telah menjadi topik yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang tua yang terlalu terlibat dan terlalu protektif dalam kehidupan anak-anak mereka. Gaya pengasuhan ini melebihi batas yang sesuai dengan usia anak dan dapat memiliki dampak negatif pada perkembangan mereka.

Pentingnya Keterlibatan Orang Tua

Tidak dapat disangkal bahwa keterlibatan orang tua dalam kehidupan anak sangat penting. Menurut psikolog Emily Guarnotta, pola asuh yang baik melibatkan pengawasan dan bimbingan yang tepat sesuai dengan usia anak. Namun, helicopter parenting terjadi ketika orang tua terus-menerus mengendalikan, memantau, dan mencampuri kehidupan anak mereka, yang pada akhirnya dapat menghambat perkembangan anak.

Contoh-contoh Helicopter Parenting

Berikut adalah beberapa contoh praktik pola asuh helicopter parenting berdasarkan usia anak:

  1. Batita: Tidak membolehkan bayi merasakan pengalaman baru, seperti bermain di lingkungan yang sedikit berantakan. Selain itu, reaksi yang berlebihan terhadap kesalahan kecil atau penggunaan kata “jangan” yang berlebihan juga termasuk dalam pola asuh ini.
  2. Balita: Terus berada di dekat anak saat mereka bermain dengan teman sebaya, tidak membiarkan mereka menyelesaikan masalah sendiri, dan terus mengarahkan mereka saat bermain, adalah beberapa contoh helicopter parenting pada usia ini.
  3. Usia sekolah: Membantu anak saat makan dengan berlebihan, terlibat dalam pertengkaran anak dengan teman-teman mereka, memilihkan teman dan aktivitas sosial untuk anak, dan mengiming-imingi mereka dengan hadiah untuk mengikuti kegiatan tertentu adalah contoh-contoh pola asuh helicopter parenting pada usia sekolah.
  4. Usia remaja: Menyelesaikan proyek sekolah atau pekerjaan rumah anak, membersihkan atau merapikan ruangan mereka, membuat dalih untuk perilaku buruk anak, dan membuat keputusan besar untuk anak adalah contoh-contoh helicopter parenting pada usia remaja.

Dampak Buruk Helicopter Parenting

Pola asuh helicopter parenting dapat memiliki dampak negatif pada anak. Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah, kesulitan dalam mengelola stres, tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi, kurangnya empati dan keterampilan sosial, serta lebih berisiko dalam penggunaan obat-obatan terlarang.

Gaya Parenting yang Paling Efektif

Sebagai orang tua, penting untuk menemukan gaya parenting yang paling efektif bagi anak kita. Meskipun setiap orang tua memiliki gaya pengasuhan yang berbeda, banyak pakar setuju bahwa gaya parenting otoritatif adalah yang paling baik. Gaya pengasuhan otoritatif melibatkan pendekatan yang suportif, komunikatif, dan memberikan batasan yang wajar kepada anak. Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh otoritatif cenderung memiliki kepercayaan diri yang tinggi, keterampilan sosial yang baik, dan kemampuan yang baik dalam menyelesaikan masalah dalam hidup.

Menyimpulkan Dampak dan Rekomendasi Gaya Parenting yang Efektif

Secara keseluruhan, helicopter parenting adalah pola asuh yang hiperprotektif dan berlebihan dalam keterlibatan orang tua dalam kehidupan anak. Pola asuh ini dapat memiliki dampak negatif pada perkembangan anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mencari keseimbangan antara melindungi anak mereka dan memberikan kebebasan dan tanggung jawab yang tepat sesuai dengan usia mereka. Gaya parenting otoritatif adalah pendekatan yang lebih efektif dalam membantu anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sumber:

Tinggalkan komentar