Peran yang sangat penting dan strategis dari kader PKK dalam menyebarkan pengetahuan tentang pola asuh anak dan remaja di era digital tidak bisa diabaikan. Dalam menghadapi kemajuan teknologi yang begitu pesat, di mana anak-anak dan remaja semakin terpapar oleh perangkat elektronik dan internet, tantangan dalam pola asuh menjadi semakin rumit dan menantang. Maka tidaklah mengherankan jika program pembentukan kelompok simulasi PAAREDI yang dicanangkan di seluruh kelurahan Kota Banjarbaru dinilai sangat relevan dan berharga.

Di khususnya, kelurahan Guntung Manggis, kecamatan Landasan Ulin, telah menjadi tuan rumah bagi hampir 10 kali kegiatan pembinaan program PAAREDI selama tahun 2023. Program ini telah berhasil mencuri perhatian warga dan kader PKK, terutama POKJA Satu yang menjadikan PAAREDI sebagai program andalan mereka. Dengan kerjasama yang erat antara Ketua POKJA Satu TPPKK Kota Banjarbaru Husnul Khatimah dan Gusti Marliani membina bersama POKJA Satu TPPKK Kecamatan Landasan Ulin dan Kelurahan Guntung Manggis, kelompok simulasi PAAREDI berhasil terbentuk dan terus mendapatkan bimbingan yang terarah dari TPPKK tingkat Kota, Provinsi, hingga Pusat.

Ketua TPPKK Kelurahan Guntung Manggis bersama POKJA Satu adalah ujung tombak dalam kesuksesan pembentukan kelompok simulasi PAAREDI di wilayah tersebut. Tugas mereka tidak hanya terbatas pada pembentukan kelompok, tetapi juga melibatkan pembinaan dan pengawasan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang terfokus dan terkoordinasi dengan baik, mereka mampu memberikan arahan yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi era digital ini.

Peran kader PKK dalam program PAAREDI mencakup berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menyebarkan pengetahuan dan keterampilan mengenai pola asuh anak dan remaja di era digital. Mereka memberikan informasi tentang penggunaan teknologi yang bijak dan aman, mengedukasi pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan perangkat elektronik, dan memberikan contoh pola asuh yang positif dan sehat dalam menghadapi tantangan dunia digital.

Tak hanya itu, kader PKK juga membantu dalam memfasilitasi kelompok simulasi PAAREDI agar dapat berjalan lancar. Mereka turut mengorganisir pertemuan, menyediakan materi yang relevan, serta memastikan partisipasi aktif dari warga binaan. Sebagai penghubung antara masyarakat dan pihak terkait, seperti lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan pemerintah setempat, kader PKK memainkan peran penting dalam memperoleh dukungan dan sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan program ini.

Di era digital yang terus berkembang dengan cepat dan dinamis ini, peran kader PKK sangatlah vital dalam menyebarkan pengetahuan tentang pola asuh anak dan remaja. Melalui pembentukan kelompok simulasi PAAREDI, kader PKK mampu memberikan edukasi dan bimbingan yang tepat kepada masyarakat, sehingga mereka dapat menghadapi tantangan dan risiko yang timbul akibat penggunaan teknologi dengan lebih baik. Dengan sinergi antara TPPKK Kota Banjarbaru, POKJA Satu, dan kader PKK, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan anak dan remaja di era digital.

Tinggalkan komentar