Kontemplasiku merujuk pada perasaan iba yang muncul ketika saya menyadari masih adanya pandangan sempit bahwa sekolah inklusif berdampak negatif bagi non pdbk. Mengapa masih ada batasan dalam pemikiran dan kedalaman hati mereka?

Sungguh disayangkan bahwa terkadang orang tua atau masyarakat masih terjebak dalam pola pikir yang terbatas, tanpa melihat keindahan dan manfaat yang muncul dari lingkungan inklusif. Mereka mungkin belum sepenuhnya menyadari betapa pentingnya persatuan dalam perbedaan, serta pelajaran berharga yang bisa dipetik dari interaksi dengan anak-anak istimewa.

Namun, mari kita hadapi pandangan itu dengan pemahaman dan kebijaksanaan. Mari kita tunjukkan bahwa sekolah inklusif membawa dampak positif bagi semua murid, termasuk murid kita yang tidak memiliki kebutuhan khusus.

Dalam lingkungan inklusif, murid non pdbk memiliki kesempatan berharga untuk belajar tentang keragaman, mengembangkan toleransi, dan membangun keterampilan sosial yang kuat. Mereka belajar untuk menerima perbedaan, mengasah empati, dan menemukan kekuatan dalam kerjasama tim.

Jadi, mari kita terus membuka pintu hati mereka yang masih terkunci dalam keraguan. Mari kita cerahkan mereka tentang betapa berharganya pengalaman di sekolah inklusif, di mana kita semua bisa tumbuh dan berkembang bersama-sama.

Berkat inklusi, sekolah kita menjadi tempat di mana anak-anak saling mendukung, saling menginspirasi, dan merayakan perbedaan sebagai kekayaan. Itulah semangat yang harus kita pupuk dan lestarikan.

Saya mengundang setiap orang untuk membuka pikiran mereka, melihat dengan mata hati yang terbuka, dan bersama-sama kita perjuangkan inklusi sebagai sebuah nilai yang tak ternilai harganya.

Salam inklusif,

Tinggalkan komentar