Aku yang Gamang

Pastikan begini…
Mungkinkah begitu
Apakah hanya ini…
Dan haruskah semua itu…

Terjebak kah…
Menjebak kah…
Pasrah kah…
Bangkit kah…

Katakan padaku…
Jangan membisu…
Membuatku menunggu…
Yang tak seharusnya aku…

Mengapa segala…
Membuat kita terpana…
Bukankah kita sesungguhnya…
Mencari apa yang seharusnya…

Aku tak mau menyerah pada takdirku…
Aku hanya mau bernegosiasi dengan nasibku…
Sungguh ku sebenarbenar terlalu…
Jika ku hanya menggagu…

Medio Banjarbaru Tanah Banyuku
02 Oktober 2009

Kecilku dalam Lautan Kasih-Mu

Kecilku dalam Lautan Kasih-Mu

Jika ku gamang…mungkinkah aku berdosa
Jika ku ragu…mungkinkah aku juga berdosa
Sungguh ku kecil… meragu…menggagu..
Sungguh ku tiada… membisu dalam deru, membiru…

Kudapati nafasku dalam terjaga
Membalut raga tersisa usia
Kudapati nadiku dalam syahdu
Mengalir di darah keruhku, membiru…

Jika ku keliru…ampunilah daku
Jikai ku terlalu… tunjukilah daku
Ya sang empu diriku…sungguh ku tiada
Tanpa kasih-Mu tanpa sayang-Mu, wahai segala…

Kudapati tengah malamku sunyi
Membelah angkasa-Mu wahai Sang Merdu
Kudapati penghujung malamku sepi
Menggetar jiwaku dalam ketakberdayaanku…

Ampuni aku…Wahai Tuhanku

Banjarbaru, tanah banyuku
24 Agustus 2009

Kisahmu…duhai anakku…

Duh anakku…
Tak kusangka hadirmu didiriku
Hingga harus kulepas kepergianmu
Maafkan ya nak Bundamu

Tak berujung fikirku
Saat tersudut di relung kalbu
Kelu lidah membeku
Menuai tangisan sedu

Duh anakku…
Bila rindu mendatangimu
Jangan lah kau surutkan langkahmu
Menujulah padaku…Ibumu…

Tak tergantikan sosokmu
Saat Ibumu ini menuju pencipta-Mu
Syahdu kita bersatu
dalam rentang waktu melepasmu

Tegarkan aku, kuatkan aku,
Ibumu…
Duhai anakku…
Dalam genggaman-Mu

Sepenggal yang tersisa,
Banjarbaru tanah banyuku,
05 Maret 2009.