Perhatian, dukungan dan usaha pencapaian “No One Left Behind” di Kota Banjarbaru

Banjarbaru, sebagai kota yang banyak memiliki pencapaian dan keberhasilan di berbagai bidang tentu saja ingin prestasi itu dinikmati oleh seluruh masyarakatnya, termasuk masyarakat yang memiliki hambatan dan sedang berada pada ketertinggalan. Mereka harus diperlakukan secara benar dan bijaksana dengan melibatkan seluruh potensi masyarakat yang ada.

linkedinSejak tahun 2017, Pemerintah Kota Banjarbaru telah mendeklarasikan sebagai kota inklusif dengan langkah awal menyiapkan sekolah-sekolah inklusi dengan segala pendukungnya secara bertahap. Perhatian pemerintah lebih menitikberatkan kepada peningkatan SDM pendidik dan komitmen lembaga pendidikan untuk melayani siswa dengan kebutuhan khusus di sekolah-sekolah reguler serta bekerjasama dengan professional untuk mendukung layanan pendidikan inklusif yang lebih baik.

Perhatian ini turut dirasakan oleh orang tua dari anak-anak spesial, dengan diakomodasinya komunitas orang tua anak spesial yang turut mensosialisasikan program-program pemerintah terkait kepedulian dan dukungan masyarakat untuk perkembangan putra-putrinya yang lebih optimal. Keberadaan mereka dipandang penting karena dukungan orang tua yang menyadari bahwa peran serta mereka sangat dibutuhkan dalam membangun kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan uvaya pencegahan meningkatnya jumlah anak berkebutuhan khusus.

Perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru kepada anak-anak spesial tidak hanya pada program-program formal saja, tetapi juga melakukan inovasi pada tataran kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan dunia usaha industri dan hiburan, hal ini diperlihatkan dengan diselenggarakan seminar-seminar awam oleh pelaku industri pada momentum peringatan hari autis, down syndrome bahkan Walikota Banjarbaru mengajak para kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan pendidik untuk meningkatkan pengetahuan dan kepeduliannya dengan menonton bersama film “dancing in the rain” dan turut menyiarkan pengetahuan tentang anak-anak special itu pada program siaran radio pemerintah. Pemerintah telah berusaha menciptakan suasana kota yang menyenangkan dan mengkamodasi seluruh masyarakat dalam layanan pariwisata kota yang ramah kepada individu dengan hambatan sehingga mereka bisa merasakan kesenangan berwisata.

Masyarakat Kota Banjarbaru tentu berharap pemerintahnya akan terus melakukan usaha yang optimal untuk melaksanakan apa yang telah diamanatkan oleh SDGs, yaitu melaksanakan pembangunan yang berlandaskan prinsip “No One Left Behind” atau tidak ada lagi yang terbelakang. Penerapan SDGs di Banjarbaru memerlukan partisipasi dari stakeholders terkait, dan dalam hal ini ada empat platform, yaitu pemerintah dan DPR, para akademisi dan tenaga ahli, filantropi dan pengusaha, serta organisasi masyarakat sipil dan media. Peran keempat platform adalah untuk membangun dan menjamin dalam pencapaian indikator SDGs yang belum tercapai.

Di bidang pendidikan Pemerintah Kota Banjarbaru diharapkan dapat merencanakan anggaran yang maksimal untuk mendukung pendidikan inklusif, menyiapkan guru pembimbing khusus yang berkualitas dan diperhatikan kesejahteraannya sehingga dapat berkolaborasi dengan seluruh unsur pendidik untuk memberikan layanan optimal bagi siswa berkebutuhan khusus, menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung untuk aksessabilitas bagi mereka dan menyiapkan peraturan pendidikan terkait penerimaan siswa baru dan pelaksanaan ujian nasional yang secara teknis mengakomodasi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.

Sedangkan di bidang sosial diperlukan dukungan data yang jelas mengenai jumlah dan kondisi terkini keberadaan individu berkebutuhan khusus dimasyarakat sehingga pemerintah diharapkan dapat memberikan kesempatan yang luas agar mereka dapat memperoleh pekerjaan yang laik sesuai dengan potensi yang mereka miliki, perlu usaha yang kuat agar mereka diberikan pelatihan kerja sehingga potensi mereka terserap di dunia kerja. Tidak terkecuali bidang kesehatan, masyarakat cukup merasa terayomi dengan semakin beragamnya layanan kesehatan yang ditujukan untuk anak berkebutuhan khusus terlebih jika kedepannya kota ini memiliki sebuah unit layanan disabilitas seperti yang diamanatkan UU No. 8 tahun 2016 yang secara kolaboratif menyandingkan layanan klinis dan pendidikan bagi anak-anak spesial.

Bagi pemerintah kota Banjarbaru hal tersebut merupakan tantangan yang secara positif akan dapat dilaksanakan mengingat kota ini memiliki luasan yang hanya setengah kota Jakarta dengan penduduk yang heterogen dan berkualitas. Masyarakat Banjarbaru dikenali sebagai masyarakat yang melek teknologi sehingga mendapatkan arus informasi yang cukup dalam memahami bentuk dukungan yang harus mereka berikan kepada pemerintah untuk keberhasilan kota inklusif.

Pemerintah Kota Banjarbaru dalam usahanya menjadi ‘kota welas asih’ memiliki kondisi ideal di mana kehidupan masyarakat kota tidak secara radikal ditentukan oleh kepemilikan kapital (uang), atau ditentukan oleh superioritas ethnis/golongan/agama atau SARA. Kota Banjarbaru berharap dapat menjadi kota yang memanusiakan manusia, selalu memicu warganya untuk berlaku baik terhadap sesama. Pun, pemerintahannya dibangun atas kaidah-kaidah demokratis yang sebenarnya seperti penghargaan terhadap HAM, anak dan perempuan, difable, transparansi, kekuatan di bidang tekhnologi yang ramah manusia, ekologi, dan tentu juga kehadiran pemerintah tidak justru menjadi bagian dari persoalan, sesuai dengan visi misinya, sebagai “kota layanan yang berkarakter” dan mengemban status sebagai kota inklusif, Pemerintah Kota Banjarbaru diharapkan memiliki regulasi yang dapat memaksakan kebaikan, melindungi masyarakat rentan dari persaingan dan struktur ekonomi yang timpang, turut serta melibatkan masyarakat tertinggal dalam perencanaan pembangunan agar seluruh aspek layanan kota ini dapat dinikmati oleh seluruh unsur masyarakat tanpa terkecuali, karena “No One Left Behind”.

Tracing the City of Banjarbaru in an Enterprise Towards Inclusive City, during 2016-2017

As a citizen who was born in Banjarbaru City and as an practitioner of inclusive education, I have a special pride for the city that has half of this city of Jakarta. The component of this city is very potential to bring this city to be better, not only talk about the human resources that qualified from various aspects, especially education but also the inter-community relations that complement each other and solidify each other, especially because people in this city is heterogeneous and equipped by migrants from various regions of Indonesia.

Lanjutkan membaca “Tracing the City of Banjarbaru in an Enterprise Towards Inclusive City, during 2016-2017”

Madrasah Teachers, Have More Strong Character in Receiving Differences in Children’s Learning Ability.

Madrasah, is the home of science and wisdom that grows among the outlying communities of the big city. Teachers there have an ocean-wide heart to understand the meaning of diversity, of course interpreted as the diversity of abilities of students that require teachers to make innovations, modifications and interventions based on student potential and constraints.

This activity is called the Technical Guidance for the Management of Inclusive Madrasah from 7-9 June 2017, and I have themes on how to recognize, help and cope with children with varying ability conditions, including children with special needs. They are children of the age that need care and education that not only professionally interpreted but also colored by the sincerity and patience of a teacher.

Lanjutkan membaca “Madrasah Teachers, Have More Strong Character in Receiving Differences in Children’s Learning Ability.”

Risalah Khaidir dan Musa dalam Memaknai Ilmu

Risalah Khaidir dan Musa dalam Memaknai Ilmu

Khidir berkata,” Wahai pencari ilmu, sesungguhnya orang yang berbicara tidak lebih mudah jemu daripada orang yang mendengarkan. Maka janganlah kau buat orang-orang yang ada disekitarmu menjadi jemu ketika engkau berbicara kepada mereka. Ketahuilah bahwa hatimu merupakan bejana. Kenalilah dunia dan buanglah ia dibelakangmu, karena dunia bukan merupakan tempat tinggalmu, dan apa yang ditetapkan bagimu tidak ada di sana. Dunia dijadikan sebagai perantara hidup hamba, agar mereka mencari bekal darinya untuk tempat kembali. Hai Musa , letakkanlah dirimu pada kesabaran, tentu engkau akan selamat dari dosa.

Lanjutkan membaca “Risalah Khaidir dan Musa dalam Memaknai Ilmu”

Education and Poverty

Education and Poverty

Believe and know that a good education will successfully improve the economy ,does not necessarily make them do what is consistent with the statement.

Because everyday they still can not buy an education . While the quality of the school is unfriendly to the poor children that have the potential to be smart .

On the other hand the school is mostly just be satisfied people who need jobs, which they called GURU .Their orientation is not focused on the results of education in the form of student achievement , but revenue from their work , namely salaries, allowances, honoraria and all forms of economic stimulus .

Each teacher also fighting against poverty on their own , but thought it was necessarily destroy their main goal of ” educating the nation ” this kind of thinking will only create a poor teacher dedication.

Education traded will never be the same as championed education .

A kindergarten and addressing the needs of children reptilian brain

Childhood is a period full of energy, running, jumping, rolling is a necessity for children, but teachers and parents view it as a threat for their safety. The parents are afraid their children wounded and sick.

There is nothing wrong in thinking the parents, because it is guided by affection to their children. But knowledge of parents who are not updated and a little selfish on their self-actualization in the world of work and adult business, causing an overreaction to the patterns and behavior of children.That is why in kindergarten known as a program that is “guided play”, in which the fulfillment of the needs of children reptilian brain channeled through the attainment of gross motor development and fine motor skills by playing.

Lanjutkan membaca “A kindergarten and addressing the needs of children reptilian brain”

Menapaki Sistem “salah asuhan” Negara bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Menapaki Sistem “salah asuhan” Negara bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Menjadi seorang yang berkebutuhan khusus bagaikan menikmati sebuah pameo “bukan salah ibu mengandung” namun nyatanya masih banyak ditemukan bahwa setiap pribadi merasa khusus dalam sebuah “kebanggaan semu” dan merasa layak dalam kapasitas “mainstream”.

Lanjutkan membaca “Menapaki Sistem “salah asuhan” Negara bagi Anak Berkebutuhan Khusus”

Dream Of Eating Pizza W/ Added Flavorings Pizza,the dream of the poor

Children with Special Needs, certainly need support throughout their lives in the form of affection and a real acceptance. Their birth is the result of the age of the earth is old and frail, who was unable to resist the onslaught of pollution of the industrial revolution in all fields. Instant paced lifestyle leaves indelible traces, the body of the children with a lot of preservatives charge resulting behavioral disorders at an early age.

Lanjutkan membaca “Dream Of Eating Pizza W/ Added Flavorings Pizza,the dream of the poor”