Kami tak pernah menyangka seorang Iqbal yang tuna daksa itu akhirnya harus meninggalkan sekolah, bukan karena bosan tapi ya memang harus melanjutkan ke jenjang sekolah dasar. Kami bersamanya sudah cukup lama, menjalani setiap hari ceria bersama Iqbal.